" Pesan ini akan tiba padamu, entah dengan cara apa. Bahasa yang kutahu kini hanyalah perasaan. Aku memandangimu kini tanpa perlu menatap. Aku mendengarmu tanpa perlu alat. Aku menemuimu tanpa perlu hadir. Aku mencintaimu tanpa perlu apa-apa, karena ku miliki segalanya "
" To him, I might be a unique blend of lowbrow jokes and complicated quantum theories. To him I might be a perfect friend. But deep down, I'm just in love "
" .. Namun kurasa hatimu tau, seperti hatiku pun tahu. Jika malam ini kita putuskan untuk terus bersama, itu karena kita tidak tahu bagaimana menangani kesendirian. aku tidak ingin bersamamu hanya karena enggak untuk sendiri. Kau tidak layak untuk itu. Seseorang mestinya memutuskan bersama orang lain karena menemukan kebutuhannya tercermin, bukan ketakutannya akan sendiri. "